perbedaan batik print dan

Cara Membedakan Batik Tulis, Cap dan Print

Semua orang tahu batik, tapi tahukah kamu menurut cara pembuatannya, batik dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yakni batik tulis, cap dan print. Ingin tahu perbedaannya? Berikut cara membedakan batik tulis, cap, dan print:

Batik Tulis

perbedaan batik tulis

Proses pembuatan diturunkan oleh nenek moyang kita dan tergolong kerajinan tangan yang cukup sulit. Karena prosesnya yang detil dan penuh seni, tentunya harganya juga lebih mahal dan dianggap lebih bergengsi dibandingkan dengan batik jenis lainnya. Ini dia ciri- ciri batik tulis :

  • Tidak diproduksi massal, sehingga motif antara kain batik yang satu dengan lainnya sering berbeda.
  • Pola motif dan ukuran sering berbeda- beda dikarenakan pengerjaan manual sehingga tidak memiliki presisi yang akurat.
  • Kain batik tulis memiliki warna motif yang sama pada bagian depan dan belakang karena dikerjakan dari kedua sisi.
  • Ukuran batik agak besar, sekitar 2 x 1.25 meter.
  • Memiliki aroma khas tumbuh- tumbuhan dari pewarna alami misalnya kulit buah manggis atau buah pinang.
  • Harga yang mahal antara Rp300.000 hingga puluhan jutaan rupiah.

Batik Cap

perbedaan batik cap

Batik cap juga membutuhkan ketelatenan pengrajinnya. Dengan alat bantu lempengen besi untuk pengulangan motif di atas kain batik, berikut ciri- ciri batik cap :

  • Diproduksi massal dengan motif yang memiliki kesinambungan pola, yaitu berulang dengan rapi tergantung teknik pengerjaan pembatik.
  • Pola motif dan ukuran cenderung sederhana dan berulang dikarenakan pengerjaan manual dengan alat bantu bentuk stempel/ cap.
  • Warna batik tampak lebih terang di bagian depan dan lebih pudar di bagian belakang.
  • Ukuran batik sedang sekitar 2 x 1 meter.
  • Memiliki aroma khas cairan lilin/ malam.
  • Harganya relatif terjangkau antara Rp 25.000 – Rp 100.000

Batik Print

perbedaan batik print dan

Permintaan batik yang terus meningkat membuka peluang pengerjaan batik dengan teknik modern yaitu printing. Selain cepat dan mudah, harganya juga cukup murah. Berikut ciri- cirinya :

  • Diproduksi massal dengan motif yang mengandalkan presisi mesin sehingga hasil terlihat rapi dan simetris.
  • Pola motif yang tidak terbatas dan sangat bervariasi, begitu pula dengan warna- warni yang lebih meriah dan banyak pilihan.
  • Warna kain bagian belakang umumnya putih.
  • Ukuran batik tidak terbatas.
  • Tidak memiliki aroma tertentu.
  • Harganya murah ( berkisar di bawah Rp 100.000)

Leave a Comment