8 Pengrajin Lokal Ini Menjual Kain Batik dengan Kualitas Unggul

model batik lokal

Selain bawahan batik berupa rok, celana, maupun kulot; keberadaaan kain baitk sebagai salah satu bentuk fashion tidak boleh dilupakan begitu saja. Malah dengan kain batik, kekentalan budaya dapat terlihat di penampilanmu.

Kamu pun tidak perlu takut merasa ketinggalan zaman dengan pasangan kain batik yang melekat di badan sebab sekarang, penggunaan kain batik sudah jauh lebih luas.

Memang dengan bertransaksi di pengrajin yang menjual kain batik, kamu bisa menjahit kain tersebut dan membuat model busana yang kamu kehendaki. Namun kalaupun tidak diolah terlebih dahulu, para wanita bisa kok langsung mengenakan kain batik tersebut dengan model jarik atau membuatnya makin tampak modis dengan balutan gesper besar bernuansa etnik. Justru dengan tidak dijahit, kamu bisa lebih bebas menggunakan kain batik tersebut tanpa perlu ada perasaan khawatir kekecilan ataupun kebesaran saat dipakai.

Soal padu padannya pun, kamu jangan berpikir bahwa kain batik hanya pantas berpasangan dengan segala model kebaya. Nyatanya, manisnya kain batik yang dibentuk menjadi jarik juga apik dipasangkan dengan loose blouse dengan model kalong ataupun kaus ketat. Tinggal sesuaikan saja dengan acara yang hendak kamu kehendaki. Jika memang resmi, memadukannya dengan kebaya atau loose blouse merupakan pilihan terbaik. Namun jika hanya untuk acara hangout, cukup memadukannya dengan kaus ketat yang menjamin penampilanmu tampak elegan.

Banyak sekali kan kegunaan kain batik untuk menunjang gaya fashion. Kamu pun pasti ingin segera mencari pengrajin yang menjual kain-kain batik berkualitas unggul dan bermotif beragam.

1. Vsn Batik Galunggung

Sesuai namanya, pusat pengrajin yang menjual kain batik ini berada di dekat Gunung Galunggung, daerah Tasimalaya. Dari mereka, kamu bisa menjumpai beragam pilihan kain batik baik dari segi jenis sampai motif. Ya, Vsn Batik Galunggung memang menjual batik tulis maupun batik cap yang dikombinasikan dengan batik tulis. Meskipun dibuat telaten oleh tangan-tangan pengrajin menggunakan teknik yang cukup rumit, harga untuk selembar kain batik dari pengrajin lokal ini sangat terjangkau, mulai dari Rp 120.000 sampai Rp 350.000.

Untuk semua kain batik buatannya, Vsn menerapkan satu ukuran, yaitu panjang 235 cm dengan tinggi 105 cm. Dengan ukuran ini, kamu bisa mengkreasikan kain batik Vsn menjadi berbagai model busana, bahkan dress maxi sekalipun. Motifnya pun tinggal dipilih, mau yang mengikuti pakem batik pedalaman, seperti kawung atau sidomukti; atau merasa batik pesisiran dengan motif megamendung lebih menarik dengan pilihan warna yang lebih beraneka? Motif maupun cara pembuatan yang ditulis ataupun dicap kombinasi sama sekali tidak membedakan harga kain batik yang dijual Vs. Jenis kainlah yang memengaruhi harga kain batik dari pengrajin ini. Kain batik yang menggunakan katun primisima dijual lebih tinggi karena memang lebih lembut dibandingkan batik yang berbahan dasar katun Garuda.

2. 2G Batik Madura

Batik pesisiran memang memiliki daya tarik untuk kalangan anak muda karena motif dan warnanya lebih beragam. Menyadari hal ini sekaligus untuk memomulerkan batik Madura yang pamornya masih kalah dibandingkan batik pedalaman maupun batik megamendung dari Cirebon, 2G Batik Madura menjual kain batik dengan motif Madura asli. Di pengrajin ini kamu bisa menemukan kain batik aneka warna dengan motif –motif berkisar tumbuhan maupun hewan, khas batik pesisiran.

Menggunakan jenis kain katun santyu untuk tiap kain batik tulis yang dibuatnya, 2G Batik Madura menjamin kualitas batik handmade buatannya ini adem dan tidak gampang luntur. Mengenai harganya sendiri, kain batik berukuran panjang 192 cm dan tinggi 110 cm ini dijual dengan kisaran harga Rp 75.000 sampai Rp 80.000. Ada pula kain batik dengan ukuran panjang 226-230 cm dengan tinggi serupa yang dijual agak lebih mahal, yaitu Rp 150.000 sampai Rp 350 untuk kain batik yang berbahan dasar katun primisima. Bukan hanya ukuran dan bahan yang membedakan, kain dengan harga yang lebih tinggi ini juga dipengaruhi motif batiknya yang lebih rapat dan bervariasi.

3. Kian Kinanti

Berinovasi bisa dilakukan dengan cara apa pun, termasuk dalam membuat kain batik. Hal inilah yang dipegang oleh Kian Kinanti yang merupakan pengrajin asal Bekasi. Alih-alih memilih motif pakem ala batik pedalaman maupun batik pesisiran yang kemudian dikembangkan menjadi berbagai warna, Kian Kinanti benar-benar merombak total pandangan orang mengenai batik. Pengrajin lokal yang satu ini membuat kain batik lukis dengan motif abstrak. Sepintas, orang tidak akan sadar kain tersebut termasuk jenis batik jika dilihat dari motifnya. Namun jika dilihat dari cara dan bahan pelukisannya, kain yang dijual pengrajin ini memang benar bisa digolongkan sebagai batik.

Menerapkan harga datar untuk tiap kain batiknya, yaitu senilai Rp 200.000, Kian Kinanti menjanjikan keeksklusifan dalam penjualan kain batiknya. Bagaimana tidak, pengrajin ini hanya membuat satu motif untuk satu kain batik yang dijual. Dengan demikian, kamu tidak akan menemukan motif serupa dipakai oleh orang lain. Berukuran panjang 200 cm dan tinggi 110 cm, kain batik abstrak ini bisa kamu olah menjadi berbagai jenis busana ataupun digunakan sebagai jarik yang lebih simpel untuk para wanita.

4. Batik Baron van Java

model batik lokal

Pengrajin asal Semarang ini sangat ahli dalam membuat dan menjual kain batik dengan beragam motif dan bahan. Semua material yang digunakan pun terbaik di kelasnya, mulai dari kain batik berbahan katun primis yang dipatok dengan harga berkisar Rp 350.000 sampai Rp 650.000. Ada pula kain batik berbagan sutra yang dibanderol lebih mahal, yakni Rp 1,25 juta sampai Rp 1,75 juta. Selain karena memang materialnya yang mumpuni, harga tinggi yang dipasang oleh Batik Baron van Java karena motif-motifnya begitu rapat dan sulit.

Semua kain batik dari pengrajin lokal ini dibuat dengan cara ditulis. Tentu terbayang dong betapa sulitnya dan usaha yang harus dilakukan untuk menjadikan selembar kain batik berukuran 240×101 cm dan 250×112 cm dengan motifnya yang rapat dan detail menggunakan canting dan lilin malam. Dengan corak yang begitu cantik—yang rata-ratanya merupakan motif batik pedalaman, seperti parang ataupun sidomukti—kain batik ini memang dipersiapkan untuk pola kemeja, bukan untuk dijadikan jarik.

5. Sari Batik Craft

Sesuai pusat kerajinannya, Sari Batik Craft yang berasal dari Pekalongan membuat berbagai kain bermotif khas Pekalongan. Jadi, di sini kamu bisa menemukan campuran corak dari batik pedalaman ataupun batik pesisiran dengan warna yang lebih beragam. Untuk jenisnya sendiri, Sari Batik Craft membuat jenis batik cap maupun batik tulis. Tentu kedua batik ini dipasangi harga yang berbeda. Batik cap dari Sari Batik Craft bisa dimiliki hanya dengan merogoh Rp 75.000 sampai Rp 120.000. Namun, apabila kamu ingin memiliki kain batik tulis dari pengrajin ini, kamu harus menyiapkan dana minimal Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.

Membuat ukuran kainnya seragam, yaitu dengan panjang 250 cm dan tinggi 105 cm, Sari Batik Craft pun memakai material dasar yang sama baik untuk kain batik tulis maupun batik cap atau celupnya. Kain batik prima yang tebal, adem, dan lembut menjadi pilihan mereka. Untuk kain batik cap buatan pengrajin ini, kamu hanya akan menemukan motif pasaran, seperti kembang ataupun anyaman. Sementara itu, motif yang lebih eksklusif baru bisa kamu peroleh jika memutuskan mengambil kain batik tulis mereka. Segala macam corak pesisiran hingga paduan pepesiran dengan motif pedalaman bisa kamu temukan di sini.

6. Batik Jaya Abadi

Dengan harga yang amat terjangkau itu, kamu bisa memilih corak kain batik yang kamu kehendaki. Sebagai informasi, Batik Jaya Abadi bisa menjual murah kain-kain batik handmade buatannya karena setiap kain dibuat dengan cara dicap atau di-emboss. Meskipun demikian, kain batik cap yang diproduksinya memiliki motif yang tidak itu-itu saja. Kamu bisa menemukan kain batik cap dengan motif kawung sampai batik beraneka warna dengan motif bunga ala pesisiran. Dengan ukuran panjang 200 cm dan tinggi 105 cm, kain batik ini bisa dijadikan jarik oleh kaum wanita atau dijahit menjadi berbagai model busana kegemaranmu.

7. Kaen Batik

Nama pengrajin ini menggambarkan dengan jelas apa yang sebenarnya dijual oleh mereka. Ya, mereka memang spesialis menjual kain batik yang tidak diolah menjadi busana apa pun. Menerapkan warna-warna cerah dalam tiap kain batiknya, baik yang bercorak pedalaman maupun pesisiran, Kaen Batik mampu menghasilkan dan menjual kain batik yang tampak modern dan bisa dipakai oleh semua kalangan. Harga yang ditawarkan oleh Kaen Batik untuk selembar kain batiknya pun pasti terjangkau oleh siapa pun, yakni berkisar Rp 175.000 sampai Rp 225.000 dengan ukuran panjang 200 cm dan tinggi 115 cm.

Harga yang sedemikian bersahabat karena rata-rata Kaen Batik menerapkan teknik mengecap untuk kain batik produksinya. Untuk masalah coraknya pun, pengrajin asal Tangerang ini memanfaatkan teknologi digital sehingga bisa memadupadankan berbagai corak yang tenar di masyarakat. Menggunakan kain jenis katun 50s sebagai material dasarnya, dijamin kain batik dari pengrajin ini nyaman dipakai dalam bentuk pakaian jadi maupun jarik biasa.

8. Batik Merdeka

motif batik indonesia

Solo maupun Yogyakarta terkenal dengan motif pedalamannya yang memakai warna-warna natural, seperti cokelat, hitam, maupun putih. Sementara itu, daerah pesisir seperti Cirebon dan Madura menerapkan pola flora dan fauna dengan warna-warna yang mencolok khas pesisiran. Lalu, bagaimana dengan Brebes? Daerah yang terkenal dengan produksi telur asinnya ini ternyata memiliki keunikan batiknya sendiri, yaitu menggunakan warna-warna alami khas batik pedalaman, namun dengan motif flora dan fauna yang cenderung ditemukan pada batik pesisiran. Hal inilah yang kemudian diangkat oleh pengrajin lokal asal daerah tersebut, Batik Merdeka, untuk membuat kain batik khas Brebes.

Bukan hanya menerapkan warna-warna natural dan motif hewan atau tumbuhan, nyatanya Batik Merdeka juga membuat kain batik dengan teknik tradisional khas Brebes. Tiap kain batik berukuran panjang 250 cm dan tinggi 105 cm ini direndam dengan minyak kacang terlebih dahulu sebelum dilukiskan motif batiknya. Alhasil, kain batik dari pengrajin ini sangat terasa lembut saat dipakai. Dengan teknik yang demikian ruwet dan motif yang benar-benar ditulis telaten, tidak mengherankan jika selembar kain batik dari pengrajin ini dihargai Rp 450.000 sampai Rp 1,95 juta; bergantung kedetailan corak yang kamu pilih

Berawal dari Minat & Nekat, Kedua Teman Lama Ini Membuat Produk Kayu Handmade Unik

gambar produk kayu

Bertemu dengan teman yang sudah lama tidak ditemui adalah sebuah pengalaman dan interaksi sosial yang menarik, dan tidak selamanya berujung ke ajakan bergabung ke MLM atau membeli asuransi.

Ada sangat banyak hal yang bisa kamu bahas satu sama lain karena kalian bisa menceritakan kisah masing-masing dari sejak terakhir bertemu sampai akhirnya bertemu kembali betahun-tahun kemudian.

Jadi, tidak cuma jadi ajang untuk mempertahankan hubungan yang sempat renggang, kadang “reunian” dengan teman lama juga bisa menjadi ajang untuk membuka wawasan, pengalaman, atau malah peluang baru.

Hal itulah yang dialami oleh Franky Goestaman dan Rayi Christian Wicaksono.

Satu reunian yang mereka lakukan ternyata adalah cikal bakal dari Doclassworks, brand produk kayu handmade yang mereka dirikan di kota asal mereka, Sleman.

Ketika Sesama Pencinta Produk Kayu Bertemu

desain produk kayu

Franky dan Rayi adalah teman semasa SMA. Tapi keduanya kemudian menjalani kehidupan dan pekerjaan masing-masing. Franky bekerja di bidang production engineering, sedangkan Rayi bekerja sebagai web developer.

Setelah delapan tahun bekerja kantoran, Franky merasa jenuh dan ingin mencari pengalaman dan tantangan yang baru. Ia akhirnya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya, dan mencari peluang untuk membuat usaha sendiri.

Tidak lama setelah berhenti bekerja, Rayi kemudian menghubungi Franky dan mengajaknya untuk reunian.

Karena memang sudah lama tidak bertemu, keduanya ngobrol panjang dan membahas banyak hal, mulai dari kehidupan pribadi, berbagai macam ide, hobi, dan masih banyak lagi. Keduanya ternyata sama-sama menyukai produk kayu, terutama yang unik dan jarang ditemui di masyarakat apalagi Indonesia.

“Menurut kami, kayu dan bambu itu merupakan unsur alam yang naturally paling menarik dilihat. Mempunyai nilai seni dan bisa dijadikan macam2 produk yang menarik. Selain itu, kayu dan bambu menawarkan taste/rasa premium dari sebuah benda,” kata Franky menjelaskan alasannya menyukai produk kayu.

Dari situ, Rayi kemudian mengajak Franky untuk membuat produk kayu yang unik, menarik, tapi juga bermanfaat. Awalnya, Franky sempat kaget dan ragu, karena tidak satupun dari mereka yang tahu tentang wood crafting.

Karena Rayi tetap ngotot, keduanya akhirnya nekat untuk mencoba mendirikan brand sendiri, yaitu Doclassworks.

Sisi Lain dari Produk Kayu Unik

foto kayu handmade

Ketika mendiskusikan ide untuk Doclassworks, mereka ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Kalau umumnya produk kayu selalu identik dengan mebel dan furnitur, mereka ingin mencoba membuat produk yang berbeda dari itu.

“Kami ingin memperlihatkan bahwa ‘kayu itu masih mempunyai sisi lain’ di luar perabotan mebel atau furniture, bahwa produk dari kayu itu bisa dibuat untuk produk lain yang jarang kita lihat di pasaran.” Karena itulah Doclassworks memiliki tagline “The other side of wood”.

Salah satu inspirasi gagasa itu adalah karena ketika mendiskusikan ide, mereka sempat membahas produk-produk kayu unik yang ada di luar negeri. Rayi sendiri juga secara spesifik tertarik dengan stand handphone kayu yang sempat dilihatnya.

Dari situ, mereka juga memutuskan untuk membuat produk kayu unik yang selain terlihat keren yang secara spesifik diperuntukkan ke desk worker. Karena itulah produk mereka saat ini adalah produk kayu yang akan sering kamu temui di meja kerja seperti dudukan smartphone, lampu kayu, speaker bambu, flashdisk kayu, dan sebagainya.

Setelah mendiskusikan ide, mereka lanjut membuat desain produk, prototypequality test, lalu akhirnya menjual produk yang dirasa layak jual. Tapi karena sama sekali tidak punya dasar dan pengetahuan tentang wood crafting, mereka harus mempelajari segala hal tentang wood crafting selama beberapa bulan.

“Kami harus belajar banyak mengenai kayu dan proses pengerjaan kayu yg benar jadi kami rajin googling referensi pengerjaan kayu. Di awal kita banyak trial and error karena kita semua kerjakan sendiri. Kalau diestimasi hingga kami bisa yakin dengan kapasitas/kemampuan kami, itu kira memakan waktu sekitar 4-5 bulanan,” ingat Franky. Setelah melalui proses trial and error, mereka akhirnya berhasil menciptakan produk pertama mereka, yaitu stand atau dudukan smartphone.

Di masa awal, mereka hanya bekerja berdua. Tapi sekarang mereka dibantu oleh beberapa orang pengrajin dalam proses produksinya. Karena memang sudah berhenti dari pekerjaannya, Franky menjalankan Doclassworks secara fulltime, sementara Rayi masih bekerja sebagai web developer di kantornya sambil menyempatkan waktu menangani Doclassworks. Keduanya juga membagi tugas dengan adil, dimana Franky bertugas menangani desain dan produksi, sedangkan Rayi menangani web dan juga customer service. Dengan begitu, masing-masing punya tanggung jawab yang jelas dan tidak bingung atau melempar tanggung jawab.

Produk Kayu Ingin Menjangkau Seluruh Dunia

gambar produk kayu

Doclassworks sendiri sebenarnya baru berdiri di bulan September 2015. Masih sangat baru. Tapi sejak awal mereka optimis bahwa produk mereka punya kualitas yang oke untuk dipasarkan di luar Indonesia. “kami juga ingin mempromosikan produk lokal ke luar. Maka dari itu kami juga mencantumkan harga USD di web kami,” Franky menjelaskan. Saat ini, sebagian besar pembeli mereka adalah orang Indonesia. Tapi, meskipun belum banyak, mereka sudah pernah beberapa kali dihubungi oleh calon pembeli dari luar negeri, dan sudah sempat menjual produk mereka sampai ke Malaysia.

Ke depannya, ia berharap agar Doclassworks bisa terus membuat produk handmade kayu berkualitas. Salah satu tujuannya adalah memperlihatkan ke seluruh dunia bahwa produk handmade Indonesia itu keren, dan sumber daya yang ada di negeri ini sebenarnya bisa membuat produk-produk yang keren dan unik. Di samping itu, ia tentunya ingin Doclassworks bisa lebih berkembang dan bisa membantu memajukan talenta muda yang ada di Indonesia.

Cara Membedakan Batik Tulis, Cap dan Print

perbedaan batik print dan

Semua orang tahu batik, tapi tahukah kamu menurut cara pembuatannya, batik dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yakni batik tulis, cap dan print. Ingin tahu perbedaannya? Berikut cara membedakan batik tulis, cap, dan print:

Batik Tulis

perbedaan batik tulis

Proses pembuatan diturunkan oleh nenek moyang kita dan tergolong kerajinan tangan yang cukup sulit. Karena prosesnya yang detil dan penuh seni, tentunya harganya juga lebih mahal dan dianggap lebih bergengsi dibandingkan dengan batik jenis lainnya. Ini dia ciri- ciri batik tulis :

  • Tidak diproduksi massal, sehingga motif antara kain batik yang satu dengan lainnya sering berbeda.
  • Pola motif dan ukuran sering berbeda- beda dikarenakan pengerjaan manual sehingga tidak memiliki presisi yang akurat.
  • Kain batik tulis memiliki warna motif yang sama pada bagian depan dan belakang karena dikerjakan dari kedua sisi.
  • Ukuran batik agak besar, sekitar 2 x 1.25 meter.
  • Memiliki aroma khas tumbuh- tumbuhan dari pewarna alami misalnya kulit buah manggis atau buah pinang.
  • Harga yang mahal antara Rp300.000 hingga puluhan jutaan rupiah.

Batik Cap

perbedaan batik cap

Batik cap juga membutuhkan ketelatenan pengrajinnya. Dengan alat bantu lempengen besi untuk pengulangan motif di atas kain batik, berikut ciri- ciri batik cap :

  • Diproduksi massal dengan motif yang memiliki kesinambungan pola, yaitu berulang dengan rapi tergantung teknik pengerjaan pembatik.
  • Pola motif dan ukuran cenderung sederhana dan berulang dikarenakan pengerjaan manual dengan alat bantu bentuk stempel/ cap.
  • Warna batik tampak lebih terang di bagian depan dan lebih pudar di bagian belakang.
  • Ukuran batik sedang sekitar 2 x 1 meter.
  • Memiliki aroma khas cairan lilin/ malam.
  • Harganya relatif terjangkau antara Rp 25.000 – Rp 100.000

Batik Print

perbedaan batik print dan

Permintaan batik yang terus meningkat membuka peluang pengerjaan batik dengan teknik modern yaitu printing. Selain cepat dan mudah, harganya juga cukup murah. Berikut ciri- cirinya :

  • Diproduksi massal dengan motif yang mengandalkan presisi mesin sehingga hasil terlihat rapi dan simetris.
  • Pola motif yang tidak terbatas dan sangat bervariasi, begitu pula dengan warna- warni yang lebih meriah dan banyak pilihan.
  • Warna kain bagian belakang umumnya putih.
  • Ukuran batik tidak terbatas.
  • Tidak memiliki aroma tertentu.
  • Harganya murah ( berkisar di bawah Rp 100.000)

Cara Membuat Pouch DIY Keren dari Jeans Bekas

dari jeans bekas

Pernah terpikir apa yang harus kamu lakukan terhadap setumpuk celana jeans yang sudah tidak muat atau outdated? Daripada jeans bekas ditumpuk di lemari terus, yuk manfaatkan menjadi pouch DIY yang keren dan lucu.

Mendaur ulang celana jeans bekas kamu menjadi pouch atau tas kecil serbaguna sangat gampang dan tidak menyita banyak waktu.

Dengan pouch DIY dari jeans bekas ini, kamu bisa menyimpan benda-benda kecil seperti smartphone, kunci rumah, hingga keperluan kecil lain yang gampang hilang jika diletakkan langsung di dalam tas.

kerajinan jins bekas

Simak tutorial pouch DIY keren dari jeans bekas berikut:

Bahan-bahan yang Diperlukan

Bagian celana dari jeans bekas
Sedikit cat warna putih & Kuas
1 buah kancing besar
1 buah karet gelang untuk rambut
Jarum pentul, jarum, dan benang
Gunting

Cara membuat

Gunting bagian celana dari jeans bekas dengan panjang sekitar 25 cm.

Keluarkan bagian dalam jeans untuk memulai menjahit bagian potongan jeans tersebut. Kamu boleh menggunakan jarum dan benang atau mesin jahit jika menguasainya.

dari jeans bekas

Setelah selesai menjahit, keluarkan kembali bagian luar dari jeans tersebut.
Lipat bagian bawah jeans yang terbuka ke bagian atas sehingga menyerupai amplop.

Tandai bagian tengah dari bagian jeans yang terbuka dengan pensil kain. Ini akan menjadi bagian jahitan berikutnya untuk karet gelang rambut.

Gunakan jarum pentul di salah satu sisi kain jeans sebagai penahan karet gelang rambut. Ini supaya penjahitan bisa lebih mudah dilakukan.

Gunakan jarum dan benang yang menyerupai warna jeans kamu tersebut untuk menjahit karet gelang rambut di bagian dalam dari lipatan jeans.

Setelah selesai menjahit, gunakan pulpen untuk menandai bagian yang serupa di kain jeans sebagai tempat kancing.

Pastikan posisi kancing yang akan dijahit sudah seimbang dengan bagian karet rambut tersebut. Jika sudah yakin, mulai jahitlah bagian kancing di bagian yang ditandai.

Pouch keren DIY dari jeans bekas sudah siap kamu gunakan.

daur ulang celana bahan jeans

Supaya pouch DIY baru kamu makin kece, gunakan kuas dan cat untuk membuat desain sesuai selera. Setelah selesai mengecat, setrika bagian cat supaya hasil tempelan cat bisa merekat sempurna. Ingat untuk menggunakan pelapis seperti kain tipis atau kaos sebelum menyetrika.

Bagaimana? Gampang bukan? Jangan mau ketinggalan dengan tips tutorial lain dari Qlapa. Selalu kreatif dan aktif dengan mengisi waktu luang mendaur ulang benda-benda bekas menjadi barang baru yang berguna, cantik, dan pastinya keren banget!

Sumber: Jessica Rebelo

Kumpulan Inspirasi Souvenir Pernikahan Handmade Menarik

souvenir pernikahan magnet kulkas

Salah satu cara menekan budget pesta pernikahanmu adalah dengan mencari suvenir yang murah, namun tetap unik.

Akan tetapi, kamu pastinya kerap kesulitan meneukan suvenir yang sesuai keinginanmu tersebut.

Jika unik, harganya relatif mahal. Kalaupun menemukan suvenir murah, fungsi dan keunikannya sangat minim.

Kalau sudah demikian, bagaimana jika kamu membuat suvenir pernikahanmu sendiri? Lima ide suvenir ini bisa menjadi pertimbanganmu.

Tote Bag Simpel

souvenir pernikahan totebag souvenir pernikahan magnet kulkas

Kamu bisa menyicil membeli kain blacu sekarang untuk dibuat menjadi tote bag. Jangan biarkan tote bag untuk suvenirmu itu tampil polos. Setelah mencapai jumlah yang diinginkan, kamu bisa membordirnya atau menyablonnya dengan sketsamu dan pasangan. Menyablon tas tersebut dengan kata-kata bijak dan romantis pun bisa menjadi pilihan.

Pajangan Mungil Berupa Tabung

Apabila kamu termasuk pencinta travelling dan kerap jalan-jalan ke pantai, kamu bisa loh mulai mengumpulkan kerang-kerang kecil untuk membuat suvenir pernikahan yang unik. Modalnya hanya kerang, pasir, dan tabung mungil. Dengan itu, kamu bisa membuat pajangan mungil berisi kerang yang manis ditaruh di meja belajar maupun meja kerja.

Magnet Kulkas ala Bride and Groom

Pasti kamu sering mendapat suvenir berupa magnet kulkas dengan aneka bentuk? Kammu bisa memilihnya pula untuk menjadi suvenir pernikahanmu, yang tentunya dibuat handmade. Bermodalkan kain flanel, dracon, dan magnet; kamu bisa ciptakan magnet kulkas bergaya bride and groom yang mungil dan manis.

Bibit Bunga untuk yang Cinta Lingkungan

Kamu ingin memberikan suvenir yang terkesan ramah lingkungan? Tidak harus selalu beruapa tanaman beserta potnya, kamu juga bisa membuat sendiri suvenir ramah lingkungan ala pernikahanmu. Caranya, belilah bibit bunga sebanyak mungkin, kemudian bungkus dalam wadah yang menari, seperti amplop cokelat maupun tabung mungil yang telah diberi label namamu dan pasangan. Setelah itu, biarkan para tamumu yang bekerja dengan menanam bibit tersebut di manapun mereka suka.

Cookies Manis dengan Tampilan Ciamik

Tidak melulu harus barang, kamu juga bisa memberikan suvenir berupa makanan kepada para tamu. Buat yang jago masak, tentu ini tidaklah sulit. Kamu cukup membuat cookies dengan bentuk yang unik dan mungil. Setelah itu, masukkan dalam tabung kaca dan susun secara menarik. Voila, suvenir ini pasti menjadi kesukaan para tamu.

Jenis Kulit Sapi yang Sering Digunakan untuk Produk Kerajinan

jenis kulit sapi

Sadar dong sekarang beragam barang dan kerajinan dari kulit tengah menjadi hits?

Tapi tahukah kamu kalau salah satu jenis kulit hewan yang paling sering digunakan adalah kulit sapi.

Hal ini disebabkan karena kulit sapi dikenal awet dan mudah diolah menjadi berbagai produk, baik fashion maupun craft.

Nah, kulit sapi sendiri dibedakan berdasarkan cara pengolahannya.

Biar lebih bisa memilih produk kulit yang sesuai keinginan, yuk coba mengenal beraneka jenis kulit sapi di bawah ini.

jenis kulit sapi

Kulit Nabati atau Veg Leather

Kalau mau cari produk kulit yang harganya ramah di kantong, cobalah mencari yang berbahan kulit nabati.

Disebut demikian karena jenis kulit sapi jenis ini memakai bahan-bahan nonkimia dalam penyamakannya.

Sangat mudah membedakan jenis kulit ini dari jenis kulit lain.

Soalnya, warna kulit nabati cenderung ke arah merah muda dengan karakter yang cenderung kaku.

Suede

bahan kulit sapi

Jenis kulit yang satu ini pun gampang teridentifikasi karena teksturnya yang cenderung berserabut.

Kenapa bisa? Karena suede diambil dari kulit lapisan dalam yang diproses melalui penyamakan lalu diampelas dan disikat hingga serabut atau bulu-bulu halus pada permukaan kulit tersebut muncul.

Setelah itu, kulit dapat diwarnai sesuai dengan keinginan,Karena proses itu, jika diterpa sinar yang terang, permukaan bahan suede akan menimbulkan efek lebih banyak kilauan.

Nubuck

perbedaan kulit asli dan imitasi

Beberapa orang kerap sulit membedakan kulit suede dan nubuck. Sebenarnya dari segi pengolahan, kedua kulit ini juga tidak berbeda.

Yang membedakan hanya bahan lapisan kulit yang digunakan.

Nubuck dibuat dari lapisan kulit di bagian luar. Selain itu, serabut kulit nubuck juga lebih halus dan rapat.

Dari segi harga, produk dari kulit nubuck juga dihargai lebih tinggi daripada suede.

Pull-up Leather

bahan kulit sintetis

Kalau kamu melihat produk dari kulit sapi yang beraneka warna, sudah hampir bisa dipastikan itu masuk dalam jenis pull-up leather.

Jenis kulit sapi yang satu ini memang paling banyak beredar di pasaran sebab sangat lentur sehingga mudah diolah menjadi beragam barang. Dalam penyamakannya, pull-up leather menggunakan bahan kimia, namun tidak menghilangkan tekstur kulit sapi yang khas.

Brush-off Leather atau Krom

kulit sapi

Dari segala jenis kulit sapi, brush-off leather memiliki harga yang paling tinggi. Tidak perlu heran karena jenis kulit ini agak ribet pembuatannya, mulai dari penyamakan hingga pemberian minyak. Kulit krom ini pun memiliki ketebalan yang lebih daripada jenis kulit sapi lainnya, namun sangat lentur. Permukaannya pun sangat halus dan tidak tampak lagi serat-serat khas kulit sapi.

Tak kenal maka tak sayang, sudah kenal tentunya semakin sayang, dong! Bisa ditebak nih, sekarang kamu makin tergila-gila dengan beragam produk kulit sebab sudah mengetahui kulit sapi jenis apa yang cocok untuk produk kegemaranmu, bukan?

Kain Tenun Lawe: Menyebarkan ‘Virus’ Cinta Tenun ke Generasi Muda

kain tenun lawe

Saat gema untuk mencintai produk lokal makin terdengar, nyatanya kain tenun masih perlu berjuang untuk ‘dicintai’ masyarakat Indonesia.

Ketika bicara mengenai kain tradisional, batik mungkin adalah kata yang pertama terlintas di benak kamu. Namun sebenarnya, Indonesia punya lebih banyak kain yang perlu kamu kenali.

Ya, kain tradisional ialah satu hal yang membuat Indonesia memiliki daya tarik di mata dunia. Hampir setiap daerah di Indonesia mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga

Papua memiliki hasil tenun dan pakaian khasnya masing-masing. Melihat hal ini tentu akan sangat disayangkan jika potensi yang ada tidak dimaksimalkan sebaik mungkin.

Hal itulah yang menjadi bekal Lawe dalam mengembangkan usaha tenun tradisional khas Indonesia.

Fitria Werdiningsih, Manager Unit Bisnis Lawe menceritakan bagaimana ia dan kelima founder Lawe berjuang untuk mengembangkan tenun tradisional Indonesia melalui pemberdayaan perempuan.

Lahirnya Lawe

kain tenun lawe

Secara jiwa, Fitri mengakui bahwa Lawe adalah sebuah social enterprise. Namun sebagai sesuatu yang legal, ia menyebutnya sebagai sebuah perhimpunan.

Perhimpunan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenun agar menjadi produk yang lebih modern dan fungsional dengan memberdayakan perempuan.

Lawe lahir di akhir tahun 2014, ketika para founder-nya melihat problem yang menghambat perkembangan industri kain tenun tradisional. “Problemnya ada di pemasaran itu sendiri. Indonesia sudah sangat kaya dengan tenun tradisional. Tapi kesulitan mereka adalah bagaimana menemukan pasar, karena kain tenun itu cukup mahal,” tutur Fitri.

Karena dibuat dengan tangan dan butuh waktu pengerjaan yang lama, harga kain tenun cenderung lebih mahal. Untuk menyiasatinya, Lawe mengolah kain tenun menjadi satu bentuk baru seperti dompet, gantungan kunci, tas, dan pakaian yang unik. Dengan membuat produk turunan dari tenun, masyarakat dapat menikmati tenun dengan harga yang lebih terjangkau. Berbasis di Yogyakarta, Lawe pun berusaha mengembangkan kain tenun dari Lombok, Lampung, Pontianak, bahkan hingga ke Nusa Tenggara Timur.

Sejatinya nama Lawe telah berkibar jauh sebelum perhimpunan didirikan. Pada tahun 2004 silam, beralaskan kegemaran dan kepedulian yang sama akan kain tenun tradisional, Adinindyah bersama keempat rekannya mencetuskan untuk mendirikan Lawe. “Lawe yang mengelola ibu Adinindyah. Keempat orangnya adalah Ita Natalia, Paramita Iswari, Rita Anita, dan Westiani Agustin yang merupakan silent partner. Lawe sudah bertahan 12 tahun dengan tim ada 18 orang,” jelas Fitri

Dalam perjalanannya, Lawe menjunjung konsep membagi keuntungan yang didapat demi kepentingan bersama, antar pemilik dan pengrajin atau anggotanya. Hal ini dijalankan demi melangsungkan pemberdayaan manusia. “Lawe milik kita bersama. 18 orang yang bekerja di Lawe ini kita anggap owner-nya. Majunya Lawe, itu berarti majunya kita semua,” ucap Fitri.

Mother friendly working hours

Karena umumnya dikerjakan oleh perajin perempuan. Untuk itu, Lawe memiliki satu jargon yang menjadi ide besar mereka, yakni ‘Mother Friendly Working Hours’. Dengan ini, setiap pengrajin yang bekerja untuk Lawe tak perlu datang. Mereka tetap bisa di rumah, merawat anak-anaknya, bersosialisasi dengan tetangga, namun tetap menghasilkan.

“Jadi, mereka tetap bisa kerja di rumah. Bahan untuk jahitannya itu kita antar, terus mereka jahit sesuai dengan waktu yang ditentukan. Kalau sudah jadi, mereka hubungi kami dengan tagihan dan kita bayar langsung,” jelas Fitri.

Fitri menambahkan, bahwa kini ada sekitar 25 penjahit yang bernaung di bawah Lawe. Itu khusus untuk penjahit saja. Sementara di tim penenun, Lawe membaginya jadi 3 kelompok; yakni kelompok tenun syal, stagen dan lurik.

Meracuni Generasi Muda

Kesan ‘tua’ memang sepertinya masih menjadi sesuatu yang lekat dari tenun, terlebih kain lurik. “Kalau batik sekarang sudah lebih banyak dipakai orang. Tapi kalau bicara tenun, apalagi lurik, orang hanya ingat kalau itu kain yang biasa dipakai rakyat jelata. Kesannya lusuh gitu,” cerita Fitri. Kehadiran Lawe dengan desain dan warna-warna cerah adalah usaha untuk memudarkan stigma tersebut. Kolaborasi dengan desainer-desainer muda Yogyakarta lewat ‘Weaving for Life’, sebuah project pengenalan tenun lewat pendekatan fashion masa kini sejak 2009, diharapkan dapat menjadi cara untuk menularkan ‘virus’ cinta tenun pada generasi muda.

Selain ingin membuat masyarakat kenal dan cinta pada tenun, Lawe juga berusaha melestarikan profesi penenun yang kini sudah ditinggalkan. Minimnya antusias generasi muda menjalani pekerjaan ini menyebabkan profesi penenun terancam punah.

“Sekarang penenun itu sudah tua-tua. Sepuh-sepuh,” ujar Fitri. Di saat potensi kain tradisional memiliki peluang, di lain sisi pengrajinnya semakin loyo. Karena hal inilah Lawe memiliki program yang teramat penting, yakni meregenerasi pengrajin tenun Indonesia.

Jujur saja, regenerasi di tingkat ini memang terlihat minim. Hal ini pun diakui Fitri, sebagai salah seorang yang menjadi saksi dari pengembangan budaya kain tenun. Sebenarnya jika dijalankan dengan sungguh-sungguh, potensi ini bisa menjadi mata pencaharian utama bagi para penenun.

“Kami ingin ‘meracuni’ lebih banyak lagi pengrajin perempuan. Perlu regenerasi agar tenun Indonesia terus berlanjut,” imbuhnya.

Di balik itu semua, Lawe memiliki segudang rencana untuk dijalankan. Salah satunya kebutuhan ekspor. “Kita bisa menunjukkan ke dunia kalau kain tradisional Indonesia ini harta kartun yang sangat indah. Kami mau bisa ekspor, tapi hambatannya susah bersaing untuk harga,” jelas Fitri.

Dari ceritanya, ia pernah pergi ke Vietnam dan Paris untuk menghadiri pameran di tahun 2014. Lurik yang dibawa jauh dari Indonesia masih dipandang sebelah mata. Dalam arti, orang menganggap produk yang ia bawa serupa dengan hasil kain tekstil dari mesin. Dinilai dari stripe-nya yang berulang dan rapi sehingga terlihat generik. “Kalo nggak ngerasain teksturnya pasti orang nggak akan tau kalo ini tuh tradisional,” tambahnya.

Harapan Lawe untuk mengembangkan kain tenun tradisional Indonesia setidaknya satu langkah mulia yang patut kita acungkan jempol. Usaha kerajinan tangan dengan kearifan lokal melekat pada akhirnya akan menjadi kebanggaan kita tersendiri.

Nah, buat kamu yang mau belajar tentang kain tenun tradisional Indonesia, Lawe membuka craft class setiap hari Selasa di Tegal Kenongo RT 3/ RW 8 No 82, DK 4, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, DIY. Tenang, semuanya gratis!

Tips Merawat Produk Bekulit Sintetis

merawat kulit sintetis

Supaya Tidak Cepat Terkelupas, Begini Tips Rawat Produk Kulit Sintetis

Produk berbahan kulit memang punya pesonanya sendiri. Selain terlihat eksklusif, barang-barang berbahan kulit juga memberi kesan berbeda bagi pemakainya.

Namun karena alasan harga yang tidak murah, alternatif berupa produk dari bahan kulit sintetis pun bermunculan.

Buat kamu yang suka dengan produk kulit sintetis, pasti banyak yang sudah sering menjumpai kasus dimana kulit sintetis pada tas, ikat pinggang, sepatu, dan aksesoris lainnya pecah, terkelupas atau rusak.

Memang pada dasarnya karakteristik kulit sintetis tidak setangguh dan seawet kulit asli. Oleh karena itu, produk berkulit sintetis harus mendapat perawatan dan perhatian ekstra untuk menjaga kondisinya agar tetap prima.

Pada dasarnya, kerusakan pada produk kulit sintetis disebabkan oleh 2 hal yaitu :

merawat kulit sintetis

Sinar Terik Matahari

Sinar Ultra Violet B ( UVB) sangat berpengaruh pada struktur molekul pembentuk kulit sintetis. Alhasil, hampir semua komponen plastik dan sintetis akan mudah pecah dan terkelupas jika terpapar sinar matahari secara langsung.

Perubahan Suhu/Cuaca

Selain sinar matahari yang bisa merusak kualitas produk kulit sintetis, perubahan suhu dan cuaca juga akan menyebabkan kerusakan permanen pada barang kamu. Terutama jika produk tersebut sama sekali tidak ditambah dengan bahan fiber alami ( misalnya kain katun), maka kerusakan akan terjadi lebih cepat lagi.

Lalu, bagaimana caranya supaya produk berkulit sintetis dapat digunakan lebih lama, lebih awet, dan tidak gampang rusak? Begini nih caranya :

menjaga kulit sintetis agar awet

Gunakan minyak khusus perawatan kulit asli.

Cegah kerusakan dari kulit sintetis barang – barang kesayangan kamu dengan minyak khusus perawatan kulit asli yang tersedia di pasaran. Produk ini sering digunakan oleh pecinta tas dan produk kulit asli, namun tidak ada salahnya jika kamu menggunakannya untuk tas kulit sintetis kamu.

Lapisan minyak ini akan melindungi paparan sinar matahari dan menambah kelembutan dan fleksibilitas kulit sintetis dengan baik.

Alternatif yang tidak kalah ampuh: baby oil

Baby Oil paling sering digunakan untuk menjaga kelembaban dan kelembutan kulit bayi dari perubahan suhu ruangan atau cuaca. Jadi , dengan prinsip yang sama baby oil juga akan menjaga kualitas produk kulit sintetis kamu.

Manfaatkan produk leather conditioner.

Leather conditioner sering digunakan juga untuk produk sofa kulit di rumah, baik berbentuk spray atau krim. Oleskan produk ini di permukaan kulit sintetis sebagai pelindung dari percikan air dan perubahan cuaca. Selain itu, leather conditioner juga ampuh untuk melembutkan dan memberikan kilau yang indah untuk tas, sepatu, dan produk-produk kulit sintetis lainnya.

Nah, saatnya merawat benda-benda kesayangan kamu yang menggunakan produk sintetis!

Lebih dekat dengan Canting Hijau, Batik Ramah Lingkungan

canting hijau

Sekadar mengenakan batik, semua orang bisa. Namun mungkin banyak yang tidak sadar kalau yang dipakai bukanlah batik yang ‘sebenarnya’.

Jika bicara batik, rasanya hampir semua orang punya setidaknya satu baju atau kain batik di lemarinya.

Batik umumnya dipakai saat pergi ke acara-acara resmi meskipun kini sudah banyak alternatif model yang bisa digunakan sehari-hari.

Hal ini tentu saja patut diapresiasi, karena kesadaran masyarakat untuk kembali menggunakan kain tradisional sudah mulai terasa gaungnya.

Sayangnya hal ini kadang tidak sejalan dengan pemahaman masyarakat tentang batik yang sesungguhnya.

canting hijau

Pada umumnya, kita merujuk batik lebih pada motif yang ada pada kain. Padahal sejatinya menurut KBBI, batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu.

Faktanya, yang banyak beredar di pasaran adalah kain print bermotif batik yang tentu saja menghilangkan esensi dari batik sendiri.

Kain tersebut hanya dicetak dengan mesin dan tidak melalui proses pembatikan oleh manusia. Hal inilah yang menjadi salah satu perhatian William Wimpy, pendiri brand Canting Hijau. “Sekarang bukan lagi waktunya untuk mengenalkan saja batik, tapi pemahaman.

Dengan begitu kita jadi tahu apa yang kita perjuangkan dan lebih menghargai batik.

Mulai dari cara membuat, arti motif dan filosofinya,sehingga kecintaan kita terhadap batik menjadi cinta yang beresensi, bukan sekedar cinta kosong penuh sensasi,” ujar pria yang pernah menjadi finalis Putra-Putri Baik Nusantara.

Kontribusi Nyata di Dunia Batik

Dalam perannya sebagai duta batik, William merasa perlu melakukan kontribusi nyata dalam melestarikan batik. Terlebih dengan hadirnya kain batik print dengan harga yang lebih murah, yang sedikit demi sedikit mengancam keberadaan para perajin batik.

“Kami ingin membuat batik yang didesain dengan kekinian agar virus-virus cinta batik dapat mudah tersebar di generasi muda,” katanya. Berkat pertemuannya dengan Septiyani Haryono, pada 2014 ia mendirikan Canting Hijau, sebuah brand yang mengusung satu konsep batik yang memiliki nilai-nilai art, earth, fashion, dan culture.

Misi Canting Hijau juga amat mulia. Dengan mengedepankan konsep sustainable, yaitu menghasilkan profit yang searah dengan dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan, mengutamakan pemberdayaan para pembatik di daerah, menyerap tenaga kerja dengan membayar upah yang cukup, dan tetap menjaga lingkungan dari kerusakan. Sebuah konsep yang diharapkan dapat membawa perubahan signifikan bagi dunia perbatikan Indonesia.

Cinta Batik, Cinta Bumi

Melestarikan batik menjadi salah satu dasar awal terbentuknya brand yang berbasis di Bandung ini. Untuk itu selain mempertahankan motif batik yang telah ada, Canting Hijau juga menciptakan motif batik tersendiri seperti Bhatara Kara, Kembang Jaipong, dan Wayang Cepot Bandung yang mengangkat kearifan lokal.

Sejalan dengan namanya produk yang dihasilkan Canting Hijau menggunakan bahan katun (organik) dengan mayoritas pewarnaan menggunaan pewarna alam. Konsep ‘zero waste production’ diterapkan dengan menghasilkan aksesoris batik dari limbah kain perca, dan ‘zero waste distribution’ dengan menggunakan kantong belanja yang terbuat dari kertas hasil daur ulang.

Tidak Selalu Mulus

Dalam membangun usaha, tentu saja tak selamanya perjalanan yang ia alami berjalan lancar. Produk Canting Hijau yang berupa kemeja, dress, blouse, tas, dan aksesoris berbahan batik, pada awalnya dijual kepada saudara dan kerabat dekat. Selangkah demi selangkah pemasarannya juga dilakukan menggunakan social media. Hingga pada akhirnya ia memberanikan diri untuk mengikuti sebuah bazaar ternama dan menyewa booth dengan harga yang cukup mahal. “Barang kami dua hari pertama tidak terjual sama sekali karena salah target pasar. Kami sempat merasa down dan sangat kecewa,” tandas alumni Institut Teknologi Bandung jurusan teknik kimia ini.

Meski sempat rugi, namun hal ini tidak membuatnya menyerah. Setelah mengevaluasi dari kegagalan yang sebelumnya, mereka pun menemukan formula yang tepat untuk Canting Hijau. Strategi pemasaran online dan offline terus dijalankan. Produk-produk Canting Hijau dijual melalui pemeran-pameran offline, department store, dan secara online, salah satunya di Qlapa.com.

Mimpi Besar Canting Hijau

Meski baru menginjak tahun kedua, namun Canting Hijau sudah mulai menorehkan namanya di ajang prestisius. Salah satunya adalah dengan bisa menampilkan karyanya dalam event Indonesia Fashion Week (IFW) 2017, sebuah ajang paling bergengsi di dunia fashion Indonesia.

Kebanggaan lainnya adalah saat Willy membawa Canting Hijau menjuarai sebuah perlombaan bersama sebuah brand susu dan Wirausaha Muda Berprestasi 2016. Ia pun berkesempatan terbang ke Seattle, Amerika Serikat pada bulan November 2016 untuk menjadi yang pertama menampilkan batik Indonesia pada acara Eco Fashion Week terbesar di dunia. Produk batik dari Canting Hijau yang ditampilkan dalam fashion show pada Eco Fashion Week tersebut mendapat sambutan yang sangat positif di mata warga Amerika dan Canting Hijau saat ini dapat ditemukan di salah satu butik di Seattle, Amerika Serikat.

Ke depannya, Canting Hijau masih terus bekerja keras untuk mencapai misi besarnya, yaitu membangun perkampungan batik pewarna alam di tahun 2020 dan menyerap tenaga kerja hingga 200 orang untuk menunjang kebutuhan batik di Tanah Air maupun di tingkat Internasional. Sehingga dapat berkontribusi nyata terhadap perekonomian Indonesia.