gambar produk kayu

Berawal dari Minat & Nekat, Kedua Teman Lama Ini Membuat Produk Kayu Handmade Unik

Bertemu dengan teman yang sudah lama tidak ditemui adalah sebuah pengalaman dan interaksi sosial yang menarik, dan tidak selamanya berujung ke ajakan bergabung ke MLM atau membeli asuransi.

Ada sangat banyak hal yang bisa kamu bahas satu sama lain karena kalian bisa menceritakan kisah masing-masing dari sejak terakhir bertemu sampai akhirnya bertemu kembali betahun-tahun kemudian.

Jadi, tidak cuma jadi ajang untuk mempertahankan hubungan yang sempat renggang, kadang “reunian” dengan teman lama juga bisa menjadi ajang untuk membuka wawasan, pengalaman, atau malah peluang baru.

Hal itulah yang dialami oleh Franky Goestaman dan Rayi Christian Wicaksono.

Satu reunian yang mereka lakukan ternyata adalah cikal bakal dari Doclassworks, brand produk kayu handmade yang mereka dirikan di kota asal mereka, Sleman.

Ketika Sesama Pencinta Produk Kayu Bertemu

desain produk kayu

Franky dan Rayi adalah teman semasa SMA. Tapi keduanya kemudian menjalani kehidupan dan pekerjaan masing-masing. Franky bekerja di bidang production engineering, sedangkan Rayi bekerja sebagai web developer.

Setelah delapan tahun bekerja kantoran, Franky merasa jenuh dan ingin mencari pengalaman dan tantangan yang baru. Ia akhirnya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya, dan mencari peluang untuk membuat usaha sendiri.

Tidak lama setelah berhenti bekerja, Rayi kemudian menghubungi Franky dan mengajaknya untuk reunian.

Karena memang sudah lama tidak bertemu, keduanya ngobrol panjang dan membahas banyak hal, mulai dari kehidupan pribadi, berbagai macam ide, hobi, dan masih banyak lagi. Keduanya ternyata sama-sama menyukai produk kayu, terutama yang unik dan jarang ditemui di masyarakat apalagi Indonesia.

“Menurut kami, kayu dan bambu itu merupakan unsur alam yang naturally paling menarik dilihat. Mempunyai nilai seni dan bisa dijadikan macam2 produk yang menarik. Selain itu, kayu dan bambu menawarkan taste/rasa premium dari sebuah benda,” kata Franky menjelaskan alasannya menyukai produk kayu.

Dari situ, Rayi kemudian mengajak Franky untuk membuat produk kayu yang unik, menarik, tapi juga bermanfaat. Awalnya, Franky sempat kaget dan ragu, karena tidak satupun dari mereka yang tahu tentang wood crafting.

Karena Rayi tetap ngotot, keduanya akhirnya nekat untuk mencoba mendirikan brand sendiri, yaitu Doclassworks.

Sisi Lain dari Produk Kayu Unik

foto kayu handmade

Ketika mendiskusikan ide untuk Doclassworks, mereka ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Kalau umumnya produk kayu selalu identik dengan mebel dan furnitur, mereka ingin mencoba membuat produk yang berbeda dari itu.

“Kami ingin memperlihatkan bahwa ‘kayu itu masih mempunyai sisi lain’ di luar perabotan mebel atau furniture, bahwa produk dari kayu itu bisa dibuat untuk produk lain yang jarang kita lihat di pasaran.” Karena itulah Doclassworks memiliki tagline “The other side of wood”.

Salah satu inspirasi gagasa itu adalah karena ketika mendiskusikan ide, mereka sempat membahas produk-produk kayu unik yang ada di luar negeri. Rayi sendiri juga secara spesifik tertarik dengan stand handphone kayu yang sempat dilihatnya.

Dari situ, mereka juga memutuskan untuk membuat produk kayu unik yang selain terlihat keren yang secara spesifik diperuntukkan ke desk worker. Karena itulah produk mereka saat ini adalah produk kayu yang akan sering kamu temui di meja kerja seperti dudukan smartphone, lampu kayu, speaker bambu, flashdisk kayu, dan sebagainya.

Setelah mendiskusikan ide, mereka lanjut membuat desain produk, prototypequality test, lalu akhirnya menjual produk yang dirasa layak jual. Tapi karena sama sekali tidak punya dasar dan pengetahuan tentang wood crafting, mereka harus mempelajari segala hal tentang wood crafting selama beberapa bulan.

“Kami harus belajar banyak mengenai kayu dan proses pengerjaan kayu yg benar jadi kami rajin googling referensi pengerjaan kayu. Di awal kita banyak trial and error karena kita semua kerjakan sendiri. Kalau diestimasi hingga kami bisa yakin dengan kapasitas/kemampuan kami, itu kira memakan waktu sekitar 4-5 bulanan,” ingat Franky. Setelah melalui proses trial and error, mereka akhirnya berhasil menciptakan produk pertama mereka, yaitu stand atau dudukan smartphone.

Di masa awal, mereka hanya bekerja berdua. Tapi sekarang mereka dibantu oleh beberapa orang pengrajin dalam proses produksinya. Karena memang sudah berhenti dari pekerjaannya, Franky menjalankan Doclassworks secara fulltime, sementara Rayi masih bekerja sebagai web developer di kantornya sambil menyempatkan waktu menangani Doclassworks. Keduanya juga membagi tugas dengan adil, dimana Franky bertugas menangani desain dan produksi, sedangkan Rayi menangani web dan juga customer service. Dengan begitu, masing-masing punya tanggung jawab yang jelas dan tidak bingung atau melempar tanggung jawab.

Produk Kayu Ingin Menjangkau Seluruh Dunia

gambar produk kayu

Doclassworks sendiri sebenarnya baru berdiri di bulan September 2015. Masih sangat baru. Tapi sejak awal mereka optimis bahwa produk mereka punya kualitas yang oke untuk dipasarkan di luar Indonesia. “kami juga ingin mempromosikan produk lokal ke luar. Maka dari itu kami juga mencantumkan harga USD di web kami,” Franky menjelaskan. Saat ini, sebagian besar pembeli mereka adalah orang Indonesia. Tapi, meskipun belum banyak, mereka sudah pernah beberapa kali dihubungi oleh calon pembeli dari luar negeri, dan sudah sempat menjual produk mereka sampai ke Malaysia.

Ke depannya, ia berharap agar Doclassworks bisa terus membuat produk handmade kayu berkualitas. Salah satu tujuannya adalah memperlihatkan ke seluruh dunia bahwa produk handmade Indonesia itu keren, dan sumber daya yang ada di negeri ini sebenarnya bisa membuat produk-produk yang keren dan unik. Di samping itu, ia tentunya ingin Doclassworks bisa lebih berkembang dan bisa membantu memajukan talenta muda yang ada di Indonesia.

Leave a Comment