produk dari limbah

XSProject: Misi Penyelamat Bumi dan Generasi Pemulung

Lupakan sejenak temaram kilau monas yang meliuk tinggi, pusat perbelanjaan yang berserakan di tiap sudut kota, ataupun kepadatan penduduk yang terlampau rumit.

Jika bicara tentang Jakarta dan nilai yang terkandung di balik namanya, bolehlah referensi di atas menjadi pilar utama. Akan tetapi, Jakarta dan penduduknya lebih paham betul akan kehidupan yang dijalani.

Dan kini saatnya bergumul dengan entitas lainnya, yakni labirin permasalahan limbah dan sampah yang itu-itu saja, wujud nyata dari megahnya Ibukota.

Tentu permasalahan ini bukan hal yang baru, dan kamu pasti setuju. Di balik lebarnya ruas jalan Jakarta, jika dihujani air selama 5 menit saja permukaan aspal bisa tergenang bebas, walau tidak merata.

produk dari limbah

Tanpa aliran yang bersih untuk dilalui, sampah yang menumpuk masih dapat ditemui di tiap permukaan sungai.

Permasalahan inilah yang akhirnya melahirkan XSProject, sebuah yayasan sekaligus social entrepreneur yang mengolah sampah plastik menjadi produk.

Retno Hapsari selaku general manager dan pengurus XSProject menceritakan banyak hal, membongkar isi dapur dan menegaskan 3 misi penting yang dibawa XSProject.

3 Misi Penting XSProject

XSProject didirikan pada tahun 2004 silam oleh seorang seniman, dan kini, perjuangannya dilanjutkan oleh Retno. Ia menjelaskan, bahwa XSProject tidak dimiliki oleh siapapun, tidak didirikan oleh siapapun. Sesuatu yang ada dan berjalan sampai saat ini di XSProject ditujukkan untuk para karyawan dan pemulung.

“Saya, Retno Hapsari bukan pemilik. XSProject itu tidak ada yang memiliki. Yang memiliki adalah anak-anak pemulung, komunitas pemulung di Cirendeu, atau para karyawan di XSProject. Jadi tidak ada yang memiliki,” tegasnya.

Lebih lanjut Retno menceritakan, bahwa ada 3 hal penting yang sangat krusial di tubuh XSProject. Pertama kepedulian mereka, para penggiat dan pekerjanya terhadap lingkungan, lalu nilai kemanusiaan dan inovasi dalam desain.

Lingkungan dan Tingkat Kesadaran

Dari poin pertama, lingkungan, Retno berbicara panjang lebar tentang bagaimana XSProject mengemban misi untuk menyelamatkan bumi. Salah satunya dengan membuat satu produk berbahan dasar sampah plastik yang tidak bisa didaur ulang. Ya, XSProject menggunakan sampah plastik dan juga lembar iklan billbord yang sudah usang dan tidak terpakai lagi. Mereka memanfaatkan semua hal tersebut dengan tujuan mengurangi tumpukan sampah di Jakarta.

“Produk XSProject itu selalu dari bahan yang sudah tidak dimanfaatkan lagi, salah satunya adalah plastik kemasan. Plastik kemasan itu adalah jenis sampah yang tidak diinginkan orang, tidak dipungut oleh pemulung dan tidak dikumpulkan oleh siapapun karena tidak bermanfaat lagi,” tutur Retno.

Jika kembali bicara tentang Jakarta, dan ya sekali lagi, banjir masih menjadi permasalahan utama. Retno mengamini kemungkinan besar bencana ini disebabkan karena sungai-sungai minim penghijauan. Pesisir sungai dijadikan lahan pembangunan rumah, ditambah terisi sampah yang mengambang. Ironisnya, kita mengetahui hal ini dan tak sadar untuk membersihkan sendiri,

“Intinya, kita semua harus menyadari bahwa bumi kita itu semakin rusak. XSProject ingin mengajak dan mengedukasi teman-teman di Indonesia untuk peduli terhadap lingkungan bumi kita,” imbuhnya.

Kehidupan Pemulung dari Generasi ke Generasi

Dewasa ini kita tentu mengenal banyak organisasi sosial yang merebak, seperti kepedulian terhadap anak yatim, penanggulangan narkoba, atau anak jalanan. Khusus XSProject, kepedulian mereka tertuju pada kehidupan para pemulung, karena pemulung lah peran utama yang berhubungan langsung dengan lingkungan. “Pemulung adalah orang pertama yang memilah sampah, lalu dijual,” kata Retno.

Permasalahan utama bagi XSProject yang sudah hampir berdiri selama 15 tahun masih sama, yakni kondisi pemulung. Dari pengalaman Retno, ia berbagai cerita bahwa dari generasi ke generasi kondisi mereka masih tetap saja sama. Sang kakek seorang pemulung, ayahnya juga seorang pemulung, dan ironisnya sang anak masih harus jadi pemulung. “Artinya? Tidak ada perubahan. Berarti kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan para pemulung itu tidak berubah,” ujar wanita berusia 54 tahun tersebut.

Karena hal inilah XSProject berusaha memastikan setiap pendapatan dari produk yang terjual mengalir ke tangan para pemulung itu sendiri. Memastikan setiap anak-anak pemulung, atau mereka yang tinggal di lingkungan pemulung dapat berkesempatan untuk menempuh pendidikan. “Kalau saja satu anak bisa sekolah besok, itu sesuatu yang lebih baik. Imagine that. Seorang anak tak perlu lagi menjadi pemulung,” tambah Retno.

Meramu Limbah menjadi Produk yang Fungsional

proses daur ulang sampah

Dapur XSProject terbilang mungil. Berisi tim finansial, business development, quality control dan 4 orang penjahit professional. Kantor yang seringkali beralih menjadi ladang workshop dan edukasi tersebut menjadi ‘tempat pembuangan sampah’ plastik para pemulung.

Dari hasil pengumpulan sampah plastik, mereka memberikan penghasilan lebih kepada para pemulung, selain berniat membersihkan sampah di Jakarta. Setelah dibeli sampah tersebut disulap menjadi produk yang tidak mudah rusak dan praktis.

Produk XSProject didesain seunik dan sepraktis mungkin dengan harapan dapat berguna bagi para pembeli. Produk jadinya antara lain adalah tote bag, pouch, tas belanja, dan Selain secara online, mereka juga mendistribusikan produknya ke berbagai tempat. Ketika ditanya hasil penjualan mereka, Retno menjawab dengan lirih bahwa ternyata lebih banyak orang asing yang tertarik membeli. Mereka lah yang turut serta membantu anak negeri untuk bisa bersekolah, tidak memulung. Lebih ironis lagi, orang asing lah justru yang banyak membantu program-program yang dimiliki XSProject dengan donasi. Dan ini diakui oleh Retno.

Dari cerita di atas, rasanya sedikit ‘mencubit’ kita sebagai penduduk Indonesia. Tujuan mulia yang diemban XSProject malah mendapat dukungan penuh dari orang asing. Namun, inilah pembelajaran penting bagi orang-orang Indonesia, kesadaran akan menjaga dan melestarikan lingkungan kita adalah tugas kita sendiri.